// alat analitik

Alat Keuangan

Kalkulator berbasis model akademis untuk membantu Anda membaca laporan keuangan perusahaan BEI lebih dalam. Tidak perlu memahami akuntansi — setiap kolom sudah dijelaskan dalam bahasa sehari-hari.

Beneish M-Score

Apa itu Beneish M-Score?

Beneish M-Score adalah sebuah model matematika yang diciptakan oleh Professor Messod Beneish dari Indiana University pada tahun 1999. Tujuannya satu: mendeteksi apakah sebuah perusahaan kemungkinan besar memanipulasi angka-angka dalam laporan keuangannya.

Bayangkan laporan keuangan sebagai cerita yang ditulis oleh manajemen perusahaan. Model ini membaca "pola" dalam cerita tersebut — apakah piutangnya tiba-tiba melonjak, apakah margin keuntungannya tiba-tiba membaik tanpa alasan jelas, apakah utangnya membesar sementara kas mengering. Pola-pola seperti ini bisa menjadi tanda peringatan.

Model ini bukan hakim. Angka tinggi tidak berarti perusahaan pasti curang — bisa saja sedang dalam masa pertumbuhan atau perubahan strategi. Tapi ini adalah sinyal awal yang berguna sebelum Anda menginvestasikan waktu atau uang lebih jauh.

M > −2.22 — Kemungkinan manipulasi
−2.76 < M ≤ −2.22 — Zona abu-abu
M ≤ −2.76 — Tidak ada indikasi

Masukkan angka dari laporan keuangan perusahaan — dalam satuan apapun yang konsisten (juta, miliar, dll). Yang penting: gunakan satuan yang sama untuk semua kolom. Angka bisa ditemukan di laporan keuangan Excel yang diunduh dari idx.co.id.

Tahun Berjalan (Tahun ini)

Tahun Sebelumnya

Pendapatan / Penjualan Bersih SGI · GMI · DSRI · SGAI

Total uang yang masuk dari penjualan produk atau jasa perusahaan dalam satu tahun, setelah dikurangi retur dan diskon. Ini adalah "baris pertama" laporan laba rugi. 📄 Di mana: Laporan Laba Rugi → "Pendapatan" atau "Penjualan Bersih" atau "Revenue"

Harga Pokok Penjualan (HPP) GMI

Biaya langsung untuk memproduksi atau membeli barang yang dijual. Untuk perusahaan jasa, ini bisa berupa biaya langsung layanan. HPP selalu lebih kecil dari Pendapatan. 📄 Di mana: Laporan Laba Rugi → "Beban Pokok Penjualan" atau "Cost of Goods Sold (COGS)"

Piutang Usaha DSRI

Uang yang belum dibayar oleh pelanggan atas penjualan yang sudah terjadi. Jika piutang tumbuh jauh lebih cepat dari penjualan, bisa jadi perusahaan mengakui penjualan yang belum benar-benar terjadi — ini adalah salah satu tanda manipulasi paling umum. 📄 Di mana: Neraca → Aset Lancar → "Piutang Usaha" atau "Trade Receivables"

Total Aset AQI · LVGI · TATA

Jumlah keseluruhan kekayaan perusahaan — dari kas, piutang, persediaan, sampai gedung, mesin, dan investasi jangka panjang. Selalu sama dengan Total Liabilitas + Total Ekuitas. 📄 Di mana: Neraca → "Total Aset" atau "Total Assets" (baris paling bawah sisi kiri)

Aset Lancar AQI · TATA

Aset yang bisa dicairkan menjadi uang dalam waktu kurang dari satu tahun — kas, piutang, persediaan barang, dan sejenisnya. 📄 Di mana: Neraca → "Total Aset Lancar" atau "Total Current Assets"

Aset Tetap Bersih (PPE) AQI · DEPI

Nilai bersih aset fisik jangka panjang perusahaan seperti tanah, gedung, mesin, dan kendaraan — setelah dikurangi penyusutan. Ini bukan harga beli aslinya, melainkan nilai sisa yang tercatat. 📄 Di mana: Neraca → Aset Tidak Lancar → "Aset Tetap - Bersih" atau "Property, Plant & Equipment (net)"

Penyusutan / Depresiasi DEPI · TATA

Setiap tahun, nilai aset tetap "habis" sedikit demi sedikit karena dipakai — inilah yang disebut penyusutan. Jika penyusutan tiba-tiba melambat tanpa alasan jelas, bisa jadi perusahaan mengubah metode perhitungan untuk membuat laba terlihat lebih besar dari yang sebenarnya. Gunakan Akumulasi Penyusutan jika tersedia, atau Beban Penyusutan tahun berjalan. 📄 Di mana: Catatan Laporan Keuangan → "Aset Tetap" → kolom "Akumulasi Penyusutan". Atau Laporan Laba Rugi → "Beban Penyusutan"

Biaya Penjualan + Biaya Umum & Administrasi SGAI

Biaya operasional yang tidak langsung terkait produksi — seperti gaji staf kantor, iklan, sewa kantor, dan biaya administrasi lainnya. Jika biaya ini tumbuh lebih cepat dari pendapatan, ini bisa menjadi tanda tekanan keuangan yang mendorong manipulasi. 📄 Di mana: Laporan Laba Rugi → "Beban Penjualan" + "Beban Umum dan Administrasi"

⟶ Hitung otomatis — masukkan keduanya secara terpisah:

Tahun Ini

+

Tahun Lalu

+

— atau langsung isi total di bawah —

Utang Lancar LVGI · TATA

Kewajiban perusahaan yang harus dibayar dalam waktu kurang dari satu tahun — utang dagang, utang bank jangka pendek, pajak terutang, dan sejenisnya. 📄 Di mana: Neraca → "Total Liabilitas Jangka Pendek" atau "Total Current Liabilities"

Utang Jangka Panjang LVGI

Kewajiban perusahaan yang jatuh temponya lebih dari satu tahun — seperti pinjaman bank jangka panjang, obligasi, dan utang leasing. Jika utang terus bertambah besar dibanding aset, perusahaan semakin tertekan secara finansial. 📄 Di mana: Neraca → "Total Liabilitas Jangka Panjang" atau "Total Non-Current Liabilities"

Disclaimer: Kalkulator ini bersifat informatif dan edukatif. Beneish M-Score adalah model statistik dengan tingkat akurasi sekitar 76% pada data aslinya. Hasil kalkulasi tidak bisa dijadikan satu-satunya dasar keputusan investasi. Selalu lakukan due diligence lebih lanjut atau konsultasikan dengan profesional keuangan sebelum mengambil keputusan.

Piotroski F-Score

Apa itu Piotroski F-Score?

Piotroski F-Score diciptakan oleh Professor Joseph Piotroski dari Stanford University pada tahun 2000. Model ini mengevaluasi kekuatan fundamental keuangan sebuah perusahaan menggunakan 9 sinyal biner — setiap sinyal bernilai 0 (gagal) atau 1 (lulus).

Sembilan sinyal ini dibagi ke dalam tiga kelompok: profitabilitas (apakah perusahaan menghasilkan uang?), leverage & likuiditas (apakah struktur keuangannya sehat?), dan efisiensi operasional (apakah perusahaan semakin efisien?). Skor 8–9 adalah tanda yang sangat kuat; skor 0–2 menandakan tekanan keuangan serius.

Model ini sering dipakai untuk menyaring perusahaan yang terlihat murah tapi secara fundamental sedang memburuk — vs perusahaan yang memang kuat secara operasional.

F-Score 8–9 — Kuat (sinyal beli)
F-Score 5–7 — Moderat
F-Score 0–4 — Lemah (sinyal hati-hati)

Masukkan angka dari laporan keuangan terbaru perusahaan. Gunakan satuan yang sama di semua kolom. Untuk Arus Kas Operasi, cari di Laporan Arus Kas — bukan di Laporan Laba Rugi.

Tahun Berjalan (Tahun ini)

Tahun Sebelumnya

Laba Bersih (Net Income) F1 · F3 · F4

Keuntungan akhir setelah semua bunga, pajak, dan biaya lain dibayar. Boleh negatif jika perusahaan merugi. 📄 Di mana: Laporan Laba Rugi → "Laba Bersih" atau "Net Income"

Arus Kas dari Kegiatan Operasi F2 · F4

Uang nyata yang dihasilkan dari operasi bisnis sehari-hari — bukan laba akuntansi. Jika ini positif sementara laba bersih negatif, perusahaan mungkin sedang pulih. Hanya diperlukan untuk tahun berjalan. 📄 Di mana: Laporan Arus Kas → "Arus Kas Bersih dari Aktivitas Operasi" atau "Net Cash from Operating Activities"

Total Aset F1 · F3 · F4 · F5 · F9

Semua yang dimiliki perusahaan. Dijadikan pembagi untuk menstandarisasi ukuran perusahaan. 📄 Di mana: Neraca → "Total Aset" atau "Total Assets"

Pendapatan / Penjualan Bersih F8 · F9

Total uang masuk dari penjualan produk atau jasa sebelum dikurangi biaya apapun. 📄 Di mana: Laporan Laba Rugi → baris paling atas, "Pendapatan" atau "Revenue"

Harga Pokok Penjualan (HPP) F8

Biaya langsung untuk menghasilkan produk/jasa yang dijual. 📄 Di mana: Laporan Laba Rugi → "Beban Pokok Penjualan" atau "Cost of Goods Sold (COGS)"

Utang Jangka Panjang F5

Pinjaman yang jatuh temponya lebih dari setahun. Jika rasionya terhadap aset turun, sinyal positif: perusahaan memangkas beban utang. 📄 Di mana: Neraca → "Total Liabilitas Jangka Panjang" atau "Non-Current Liabilities"

Aset Lancar F6

Aset yang bisa dicairkan dalam setahun — kas, piutang, stok barang, dll. Rasio terhadap utang lancar disebut Current Ratio; semakin tinggi, semakin aman. 📄 Di mana: Neraca → "Total Aset Lancar" atau "Total Current Assets"

Utang Lancar F6

Kewajiban yang jatuh tempo dalam setahun — utang dagang, pinjaman jangka pendek, dll. 📄 Di mana: Neraca → "Total Liabilitas Jangka Pendek" atau "Current Liabilities"

Jumlah Saham Beredar F7

Total lembar saham yang diterbitkan dan beredar di publik. Jika jumlahnya bertambah, perusahaan menerbitkan saham baru — ini "mengencerkan" kepemilikan yang sudah ada (dilusi) dan dianggap sinyal negatif oleh model ini. 📄 Di mana: Laporan Perubahan Ekuitas atau Catatan Keuangan → "Saham yang Ditempatkan dan Disetor". Atau lihat halaman depan Annual Report.

Disclaimer: Piotroski F-Score adalah model penyaring (screener), bukan prediksi absolut. Skor tinggi tidak menjamin kenaikan harga saham, dan skor rendah tidak berarti perusahaan pasti bangkrut. Model ini paling efektif dikombinasikan dengan analisis valuasi dan fundamental lainnya.

Altman Z-Score

Apa itu Altman Z-Score?

Altman Z-Score dikembangkan oleh Professor Edward Altman dari NYU Stern School of Business pada tahun 1968. Model ini memprediksi kemungkinan kebangkrutan perusahaan dalam dua tahun ke depan menggunakan lima rasio keuangan.

Bayangkan seperti "pemeriksaan kesehatan komprehensif" — menganalisis kombinasi likuiditas, profitabilitas, leverage, dan efisiensi sekaligus. Model ini terbukti akurat sekitar 72–80% dalam memprediksi kebangkrutan.

Catatan penting: Formula ini paling akurat untuk perusahaan manufaktur yang tercatat di bursa. Untuk bank, holding, dan perusahaan non-manufaktur, Altman telah menerbitkan model Z'-Score dan Z''-Score yang lebih sesuai. Anda perlu menghitung sendiri kapitalisasi pasar (harga saham × jumlah saham beredar) untuk kolom X4.

Z > 2.99 — Zona Aman
1.81 < Z ≤ 2.99 — Zona Abu-abu
Z ≤ 1.81 — Zona Bahaya (risiko kebangkrutan)

Altman Z-Score hanya butuh data satu tahun — cukup dari laporan keuangan terbaru. Satu-satunya angka di luar laporan keuangan adalah Nilai Pasar Ekuitas (harga saham saat ini × jumlah saham beredar).

Aset Lancar X1 — Modal Kerja

Aset yang bisa dicairkan dalam satu tahun — kas, piutang, persediaan, dll. Dikurangi utang lancar untuk mendapat modal kerja bersih. 📄 Di mana: Neraca → "Total Aset Lancar" atau "Total Current Assets"

Utang Lancar X1 — Modal Kerja

Kewajiban yang jatuh tempo dalam satu tahun. X1 = (Aset Lancar − Utang Lancar) / Total Aset. Semakin positif modal kerja, semakin likuid perusahaan. 📄 Di mana: Neraca → "Total Liabilitas Jangka Pendek" atau "Current Liabilities"

Total Aset X1 · X2 · X3 · X5

Semua kekayaan perusahaan. Digunakan sebagai pembagi di hampir semua variabel untuk menormalisasi skala perusahaan. 📄 Di mana: Neraca → "Total Aset" atau "Total Assets"

Laba Ditahan (Saldo Laba) X2

Akumulasi laba bersih dari seluruh sejarah perusahaan yang tidak dibayarkan sebagai dividen — disimpan di dalam perusahaan. Negatif jika sudah lama merugi. Ini bukan laba tahun ini, melainkan saldo akumulasi historis. 📄 Di mana: Neraca → Ekuitas → "Saldo Laba" atau "Retained Earnings". Bisa positif maupun negatif.

Laba Sebelum Bunga dan Pajak (EBIT) X3

Laba operasional sebelum dikurangi bunga dan pajak — mengukur kemampuan operasional murni tanpa pengaruh struktur modal. EBIT = Laba Bersih + Beban Bunga + Beban Pajak. 📄 Di mana: Hitung dari Laporan Laba Rugi — Laba Bersih + Beban Keuangan/Bunga + Beban Pajak. Atau cari "Laba Usaha" (jika tidak punya utang berbunga).

⟶ Hitung otomatis — masukkan komponen pembentuk EBIT:

+
+

— atau langsung isi EBIT di bawah —

Nilai Pasar Ekuitas (Kapitalisasi Pasar) X4

Total nilai pasar semua saham = Harga Saham × Jumlah Saham Beredar. Ini bukan nilai buku ekuitas di neraca. X4 mengukur seberapa besar nilai pasar kepemilikan vs total utang. Gunakan satuan yang sama dengan kolom lainnya. 📄 Di mana: Hitung sendiri — Harga penutupan saham terakhir × Jumlah saham beredar. Atau cari langsung di idx.co.id / Google Finance / Yahoo Finance.

⟶ Hitung otomatis — masukkan harga saham dan jumlah saham:

×

💡 Jika kolom lain dalam juta rupiah: hasil = harga × jumlah saham (juta lembar) = dalam juta Rp. Pastikan satuan konsisten.

— atau langsung isi market cap di bawah —

Total Liabilitas (Total Utang) X4

Semua kewajiban perusahaan terhadap pihak ketiga — jangka pendek maupun panjang. X4 = Market Cap / Total Liabilitas: jika rasionya rendah, perusahaan sangat bergantung utang. 📄 Di mana: Neraca → "Total Liabilitas" atau "Total Liabilities"

Pendapatan / Penjualan Bersih X5 — Perputaran Aset

Total penjualan perusahaan. X5 = Pendapatan / Total Aset mengukur seberapa efisien perusahaan menggunakan asetnya untuk menghasilkan penjualan. 📄 Di mana: Laporan Laba Rugi → "Pendapatan" atau "Revenue"

Disclaimer: Altman Z-Score versi 1968 dirancang untuk perusahaan manufaktur publik. Untuk bank, asuransi, holding, dan perusahaan non-manufaktur, akurasi model ini terbatas — gunakan model Z'-Score atau Z''-Score yang lebih sesuai. Hasil kalkulasi ini bersifat indikatif, bukan satu-satunya ukuran kesehatan keuangan.